Bareksa vs Bibit, Mana Pilihan Tepat Untuk Investor Pemula?

Aplikasi Bareksa vs Bibit, mana yang sekiranya untuk anda yang tergolong pemula di dunia investasi? Yuk cari tahu jawabannya.

Berinvestasi adalah pilihan yang saat ini sering diambil oleh banyak orang demi menjamin kesejahteraannya di masa depan. Bentuk investasi ini sendiri terbilang beragam, mulai dari tabungan, saham, deposito berjangka, properti hingga reksa dana. Semua yang disebutkan sebelumnya termasuk dalam kategori aset investasi.

Seiring dengan semakin majunya teknologi digital, saat ini semakin banyak aplikasi Fintech yang bermunculan dan menawarkan peluang investasi kepada para nasabahnya. Bareksa dan Bibit dapat dikatakan sebagai beberapa aplikasi Fintech yang cukup naik daun di kalangan investor pemula Indonesia saat ini.

Namun jika dibandingkan, manakah diantaranya keduanya yang merupakan pilihan terbaik untuk investor pemula.

Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas topik spesial yaitu “Bareksa vs Bibit”, dimana kami akan membandingkan kedua aplikasi ini dari beberapa aspek. Penasaran?

Langsung saja simak ulasan selengkapnya yang telah kami rangkum di bawah ini.

Apa Itu Bareksa?

bareksa adalah
Sumber gambar: bareksa.com

Bareksa adalah perusahaan dan sekaligus platform Fintech yang dikembangkan oleh PT Bareksa Portal Investasi dan dibangun sebagai marketplace reksa dana. Di platform atau aplikasi ini, pengguna akan dapat bertransaksi reksadana secara online dengan sejumlah perusahan manajer investasi yang menjalin kerjasama dengan Bareksa. 

Bareksa sendiri diketahui telah berdiri sejak 17 Februari 2013 lalu dan saat ini telah menyediakan kurang lebih 207 produk reksa dana di dalamnya, seperti bareksa obligasi, bareksa syariah, dana umrah hingga fund academy. 

Apa Itu Bibit?

aplikasi bibit adalah
Sumber gambar: blog.bibit.id

Bibit adalah platform marketplace reksadana yang dikembangkan oleh PT Bibit Tumbuh bersama dan masih terbilang baru di industri Fintech. Melansir informasi dari situs resminya, diketahui bahwa platform ini perdana dirilis pada 15 januari 2019 lalu. Meskipun demikian, pamornya di kalangan para investor terbilang baik, hal tersebut terlihat dari jumlah pengguna dari aplikasi Fintech ini yang termasuk cukup banyak.

Platform marketplace reksadana ini sendiri menyediakan sekitar 46 produk reksadana yang dapat dipilih oleh para penggunanya. Selain itu, Bibit juga menyediakan fitur Robo Advisor, yang dapat membantu penggunanya untuk menemukan produk reksadana sesuai dengan umur, tujuan hingga profil risiko yang diinginkan oleh pengguna.

Bareksa Vs Bibit, Mana yang Lebih Bagus Untuk Pemula?

bibit vs bareksa
Sumber gambar: kontenseru.com

Lanjut ke pembahasan utama, yaitu mengenai Bareksa vs Bibit. Jika harus membandingkan kedua platform marketplace reksadana ini, terdapat beberapa faktor yang digunakan sebagai parameter penilaian. Adapun beberapa faktor tersebut adalah meliputi:

1. Legalitas

Ketika berinvestasi, pengecekan legalitas dari tempat anda akan berinvestasi adalah salah satu hal yang haram untuk dilewatkan. Hal ini diperlukan untuk mencegah anda untuk tertipu dengan investasi bodong yang saat ini marak beredar. 

Untuk kasus Bareksa dan Bibit, kedua platform tersebut diketahui telah terdaftar secara resmi sebagai APERD (Agen Penjual Reksa Dana) di OJK Indonesia. Singkatnya, keduanya memiliki legalitas hukum yang tidak perlu dipertanyakan lagi.

2. Platform

Bareksa dan Bibit adalah marketplace reksadana yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dari banyak sisi, termasuk juga proses registrasi. Semua proses registrasi di kedua marketplace ini dilakukan secara online melalui aplikasi. 

Namun untuk proses input data sendiri, anda harus tetap menyiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan untuk proses registrasi. Kedua platform ini sendiri memiliki respon baik terhadap pengguna yang mendaftar, dimana proses verifikasinya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1×24 jam.

3. Fee Jual Beli

Dalam jual beli reksadana, terdapat dua jenis biaya yang harus anda perhatikan, yaitu subscription fee (biaya pembelian) dan redemption fee (biaya penjualan). Kedua jenis biaya ini umumnya akan dikenakan saat proses transaksi. Kedua fee ini dibebankan kepada pengguna dan memiliki besaran yang beragam, mulai dari 1% hingga 3% dari total pembelian ataupun penjualan yang dilakukan.

Namun Bareksa dan Bibit adalah beberapa contoh marketplace reksadana yang tidak membebankan kedua biaya tersebut kepada penggunanya, alias gratis. Hal ini juga termasuk salah satu keunggulan dari kedua platform ini.

4. Metode Pembayaran

Metode pembayaran yang disediakan oleh Bareksa dan Bibit terbilang tidak jauh berbeda. Keduanya menyediakan sejumlah dukungan transaksi untuk para penggunanya.

Untuk Bibit, platform ini menyediakan dukungan transaksi; Gopay, Link Aja dan juga fitur Auto Debit. Sedangkan Bareksa hanya menyediakan dukungan transaksi; Link Aja, OVO dan transfer manual.

5. User Interface

Jika ditinjau dari sisi user interface, platform Bibit dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan dengan Bareksa. Pasalnya, Bibit menyajikan user interface yang lebih sederhana, sehingga sangat mempermudah pengguna baru dalam menggunakannya.

Sebagai kesimpulan dari Bareksa vs Bibit. Sebenarnya Bareksa dan Bibit termasuk pilihan investasi yang potensial. Keduanya memiliki reputasi yang terjamin. 

Namun jika diperuntukan untuk pemula, Bibit dapat dikatakan pilihan yang lebih baik. Pasalnya, platform ini menyediakan UI yang user friendly dan juga fitur praktis di dalamnya, salah satunya seperti Robo Advisor, yang sebelumnya kami jelaskan.

Kurangnya fitur praktis dan tampilannya yang sedikit rumit adalah kekurangan bareksa sebagai aplikasi fintech.

Itulah beberapa ulasan dari kami mengenai perbandingan Bareksa vs Bibit. Semoga ulasan singkat ini dapat menambah wawasan anda seputar dunia investasi dan Fintech. 

Jangan lupa untuk selalu mengikuti blog kontenseru, agar anda tidak ketinggalan artikel informatif selanjutnya dari kami. Terima kasih telah mampir dan membaca.

Baca Juga: Panduan Cara Bayar Pajak Bumi dan Bangunan Online